Sistem keamanan Jaringan Komputer

klik judul untuk mendownload file
sistem keamanan jaringan komputer

Iklan

Leave a comment »

Video Tutorial WordPress

Video Tutorial WordPress for Your Website – Tutorial #1

Leave a comment »

Programer dan sistem analis

Click Judul dibawah ini Untuk mulai mendownload :
Programer dan sistem analis (ppt)

Leave a comment »

foto Componen PC

Leave a comment »

Penerapan Knowledge Management Pada Organisasi
I.Pendahuluan
Knowledge merupakan bagian vital dalam kehidupan sosial manusia modern. Selain itu,dalam sebuah organisasi, peran knowledge yang dimiliki secara keseluruhan dapat meningkatkan daya saing dan efisiensi kerja dari organisasi yang bersangkutan. Dalam era informasi penting untuk disadari bahwa aliran knowledge kedalam dan keluar organisasi berlangsung sangat cepat. Dengan pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi, revolusi penyebaran dan pemanfaatan knowledge bukan merupakan hal yang aneh. Banyak organisasi dewasa ini mengadopsi dan mengimplementasikan knowledge management system sebagai sarana dalam menunjang proses-proses yang terkait dengan pemberdayaan knowledge yang mereka miliki.Namun, untuk mewujudkan budaya berbagi knowledge dalam suatu organisasi bukanlah hal mudah. Selain faktor internal, berupa sifat dasar dari knowledge itu sendiri, hal lain yang biasanya menjadi kendala adalah kesiapan individu-individu dalam organisasi dalam mengadaptasi perubahan menuju kearah learning organization.

II.Isi

Knowledge dan Knowledge Management :
Knowledge  merupakan kepercayaan yang dapat dipertanggung jawabkan, merupakan sesuatu yang eksplisit sekaligus terpikirkan (tacit), Penciptaan inovasi (5 langkah utama) yaitu : Sharing Knowledge, create consept, membenarkan konsep, membangun prototipe dan melakukan penyebaran knowlegde tersebut.
Knowledge Management  bagaimana orang-orang dari berbagai tempat yang berbeda mulai saling berbicara.
Dalam knowledge management, orang-orang diperlakukan sebagai aset dan mereka disebut sebagai aset manusia. Organisasi bisnis yang memberikan pengetahuan pentingnya menjadi sukses dengan menerapkan metode berbasis pengetahuan baru.Pengetahuan dan informasi menjadi aset penting bagi organisasi. Terdapat tiga istilah kunci untuk memahami manajemen pengetahuan mencakup data, informasi, dan pengetahuan, menjelaskan:
1. Data: Sifat data mentah dan tanpa konteks dan dapat eksis dalam bentuk apa pun, dapat digunakan atau tidak. Sebagai contoh, angka-angka dalam spreadsheet adalah data
2. Informasi: Data yang telah diberi makna. Spreadsheet yang sering digunakan untuk
menciptakan informasi dari suatu kumpulan data, seperti penjualan selama periode waktu tertentu, meningkatkan atau penurunan penjualan, pesaing, tren, dan sebagainya.
3. Pengetahuan: Informasi yang jika dikombinasikan dengan pemahaman memungkinkan tindakan. Sebagai contoh, seorang manajer penjualan menganalisis tren menurun dapat mengambil tindakan untuk mengidentifikasi masalah dan melaksanakan strategi untuk mengubah tren.
III.Penutup

Penerapan knowledge management berbasiskan ICT pada suatu organisasi, baik di
organisasi tingkat perusahaan maupun di tingkat pemerintahan memiliki banyak manfaat dan nilai tambah yang sebelumnya tidak didapat. ICT memungkinkan proses pencarian dan penyampaian knowledge lebih cepat dibandingkan dengan metode lainnya yang lebih manual. Namun untuk membuat knowledge management systems yang baik dibutuhkan infrastruktur yang bagus dan sumberdaya manusia yang siap untuk menggunakan sistem itu, karena sistem yang berhasil bila sistem itu digunakan oleh individu-individu yang ada dalam organisasi itu.

Leave a comment »

HUKUM MENGGANTUNG FOTO DIDINDING

Bagaimana hukum memajang foto di rumah?

jawab

fadhilatusy syaik ibnu utsaimin pernah ditanya pertanyaan seperti ini,lantas beloau menjelaskan sebagai berikut:

menggantungkan foto pada dinding,terutama foto orang yang dimuliakan,HARAM hukumnya walaupun yang tampak pada foto tersebut hanya sebagian badan atau kepalanya saja.selain itu,perbuatan ini sangat jelas menunjukan akan pengagungan terhadap orang tersebut.Bahkan perbuatan merupakan asal mula munculnya kesyirikan,sebagaimana perkataan ibnu abas tentang patung-patung yang disembah kaumnya NUH: “sesungguhnya nama-nama patung itu adalah nama orang orang-orang sholih”.

mereka menggambarkan dengan tujuan agar selalu ingat akan ibadah kepada alloh.Namun setelah berlalunya massa,merka ganti dengan menyembahnya (Majmu Fatawa Wa Rosa’il Ibnu Utsmaimin 2:220)

Leave a comment »

Artikel AL-ISLAM KEMUHAMMADIYAHAN

RESUME AL ISLAM
DAN KEMUHAMMADIYAHAN

Disusun Oleh :

Kukuh Wisnu P FT T. Informatika 1055201044

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
Jl. Perintis Kemerdekaan I/33 Cikokol
Kota Tangerang – Banten
BAB I
PENGERTIAN ISLAM
Asal kata Islam,ASLAMA (tunduk), YUSLIMU (patuh), ISLAMAN (menyerakan diri),Kata dasar Islam, SALAMA atau SALIMA,Artinya; selamat, sejahtera, tidak cacat, tidak tercela. Orang yang ASLAMA ; MUSLIM (QS. 2:102)
Islam adalah agama sepanjang sejarah, ajaran dari seluruh nabi dan rasul Nya yang pernah di utus Allah SWT pada bangsa-bangsa dan kelompok-kelompok. Islam merupakan manifestasi dari sifat Rahman dan Rahim Allah SWT.
Islam sebelum di utus Muhammad bersifar lokal yakni hanya untuk kepentingan suku, bangsa dan daerah tertentu yang terbatas periodenya.
LIHAT QS. Al-Hajj ; 78, QS. Albaqarah; 132 (nabi Ibrahim), QS. Yusuf ; 101 (nabi yusuf), QS. An-Naml ; 29-31 (nabi Sulaiman), QS. Ali Imran ; 52 (nabi Isa), QS. Al-Anbiya ; 107, QS. Al-A’raf ; 158.
PENGERTIAN AGAMA
Kata dien itu masdar dari kata kerja “daana” yad i enu”. Menurut Jughat kata “dien mempunyai arti :
Cara atau adat kebiasaan
• Peraturan
• Nasihat
• Agama dan lain-lain
Dari pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan :
• Baik agama, religi, dan dien kesemuanya mempunyai pengertian yang sama.
• Aktivitas dan kepercayaan agama, religi, dan dien mencakup masalah: kepercayaan kepada Tuhan.
Secara bahasa, kata “agama” berasal dari bahasa sanskerta yang berarti “tidak pergi”, tetap di tempat, diwarisi turun temurun.
Agama menurut bahasa ada 2 arti, yaitu:
1. Agam berasal dari bahasa sanskerta yang diartikan dengan haluan, peraturan, jalan atau kebaktian kepada Tuhan.
2. Agama terdiri dari 2 kata yaitu A. berarti tidak, dan Gama berarti kacau balau, tidak teratur. Jadi agama berarti tidak kacau balau yang berarti teratur.
Secara istilah agama berarti undang-undang atau peraturan-peraturan yang mengikat manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesame manusia dan hubungan manusia dengan alam yang teratur dan damai.
Ahlaq dalam sistem ajaran

BAB II
PENGERTIAN AKHLAK
• Bahasa Arab, jamak(plural) daripada perkataan khuluq
• Budi pekerti, perangai, sikap, tabiat
• ‘Akhlak Rasulullah adalah al-Quran’ (Aishah)
• Kamus: budi pekerti, kelakuan, watak, pengetahuan berkaitan dengan kelakuan dan tingkah laku manusia (baik dan jahat)
• Ahmad Amin: ilmu yang menjelaskan erti baik/buruk, menerangkan apa yang harus dilakukan oleh manusia kepada manusia lain dan tujuan perbuatan manusia.
Abdul Rahman al-Basyar :
• ilmu tentang kaedah menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji.
• Ilmu tentang kaedah untuk menjauhi sifat-sifat keji
Imam al-Ghazali:
• Kebiasaan manusia yang tetap yang wujud dalam diri manusia
• Untuk menghasilkan tingkah laku yang baik, tidak memerlukan pemikiran
Akhlak Baik(Mahmudah)
• Amanah, jujur, sabar, benar dan pemurah
• Menjamin keselamatan, keamanan, kebahagiaan dan ketenangan
Akhlak Buruk (mazmumah)
• Sombong, dengki, dusta, bakhil
• Membawa kerosakan, perpecahan, pertelingkahan dalam masyarakat
Kepentingan Akhlak
• Akhlak membedakan manusia dari hewan.
• ‘Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia’(Hadis Rasulullah)
• Akhlak berkaitan erat dengan keimanan
• ‘Apakah al-Din itu wahai Rasulullah?Al-Din itu ialah akhlak yang baik’
• ‘Siapakah orang mukmin yang paling baik imannya? Jawab Rasulullah: Ialah orang yang paling baik akhlaknya.
ETIKA
Berasal dari perkataan Greek ethos yang bermaksud nilai-nilai atau sikap yang menentukan tingkah laku sesuatu golongan.
Pembahagian Etika
• 1.Normatic : panduan/peraturan berkaitan dengan tingkah laku baik/jahat
• 2.Mataethic:
– A) Analitik-berfungsi menganalisis semua peraturan tingkah laku (baik/buruk)
– B) Kritikal-berfungsi mengkritik perkara yang telah dianalisis dengan tujuan utk memperkukuh etika.
MORAL
• Tingkah laku yang ditentukan oleh etika.
• Moral baik ialah segala tingkah laku yang diperakui baik oleh etika.
• Moral jahat ialah segala tingkah laku yang jahat menurut penilaian etika.
Moral dan Fahaman Sekular
1) Nilai Moral Keagamaan
• Berdasarkan asas kepercayaan kpd Tuhan
• Nilainya bersifat mutlak dan tidak berubah
• Tidak mengambil kira faktor masa, tempat dan siapa pengamalnya
• E.g. nilai akhlak Islam
2)Nilai Moral secular
• Bercorak keduniaan
• Menolak ajaran agama
• Baik atau buruk sesuatu tingkah laku ditentukan oleh konsep falsafah moral.
• Dalam konsep ini, terdapat pelbagai aliran, antaranya:
Empiricisme: baik dan buruk ditentukan oleh pengalaman manusia. Intuitionisme:baik dan buruk berdasarkan ilham atau kekuatan batin seseorang Rationalisme: baik dan burukn berdasarkan kekuatan akal. Idea ini dipegang oleh Plato, Aristotle, Spinoza, Hegel dll.
DARI PERSPEKTIF ISLAM
• Baik dan buruk adalah menurut ketentuan syara (agama).
• Imam al-Ghazali: akhlak Islam hendaklah didasarkan kepada al-Quran, al-Hadis dan pendapat Ulama’.

BAB III
AQIDAH
Definisi;
 secara bahasa yaitu; sesuatu yang mengikat pada keyakinan manusia adalah suatu keyakinan yang mengikat hatinya dari segala keraguan.
 menurut terminologi syara’ / agama yaitu; keimanan kepada Allah, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, Para Rasul, Hari Akherat, dan keimanan kepada takdir Allah baik dan buruknya. Ini disebut Rukun Iman.
 Defini operasional; Aqidah yaitu keyakinan pada rukun iman, letaknya di hati. Implementasi nya yaitu; sholat, puasa, zakat, dan haji.
 Aqidah berasal dari kata bahasa Arab aqad, yang artinya perjanjian, bisa juga berarti ikatan.Tauhid merupakan istilah Islam yang artinya ilmu yang menetapkan keyakinan-keyakinan yang diambil dari dalil-dalil yang meyakinkan, yaitu menunggalkan Allah sebagai Rabb (Pencipta dan Pengatur), Malik (Penguasa) dan Ilah yang disembah, ditaati dan dicintai serta membenarkan ke-Wahdaniyat-an(keesaan)-Nya dalam Dzat, Sifat dan Af’al. Lawan kata dari tauhid adalah syirik, yang artinya menyekutukan (menduakan, men-tigakan, dst) Allah sebagai Rabb, Malik dan Ilah atau menolak ke-Wahdaniyat-an-Nya dalam Dzat, Sifat dan Af’al. Ilmu aqidah tidak boleh berasal dari filsafat, karena filsafat merupakan hasil pikiran (prasangka) manusia yang karena keterbatasan akal tidak akan mungkin mencapai kebenaran.”Dia (Allah) mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya (termasuk pengetahuan tentang-Nya)” (Q.S.96:5)
“Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.”(Q.S. 10:66) Sedangkan makna iman itu sendiri adalah pembenaran yang bersifat pasti (tashdiiqul jazm), yang sesuai dengan kenyataan, yang muncul dari adanya dalil/bukti.
Dalam hal ini, Imam Syafi’i berkata:“Ketahuilah bahwa kewajiban pertama bagi seorang mukallaf adalah berfikir dan mencari dalil untuk ma’rifat kepada Allah Ta’ala”. Aqidah Islamiyah lebih dikenal dengan istilah tauhid, yaitu berilmu dan mengakui keesaan Allah dengan sifat-sifat-Nya yang sempurna, mengikrarkan ketauhidan-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang agung lagi mulia dan mengesakan-Nya dalam ibadah.
karena Tauhid adala, yang bersih dan tidak ada noda-noda syirik baik yang kecil maupun yang besar, noda bid’ah ucapan maupun bid’ah keyakinan dan amalan, serta yang bersih dari maksiat
MACAM-MACAM TAUHID
Pertama; Tauhid Asm’ wa Sifat Yaitu meyakini secara mutlak akan ke-Esaan Allah yang Maha mulia dengan segala kesempurnaan-Nya, dan dengan sifat-sifat-Nya yang agung, mulia lagi indah yang tiada sekutu bagi-Nya dalam bentuk apapun.
Kedua; Tauhid Rububiyah Yaitu hendaknya hamba meyakini bahwa Allah adalah Rabb yang Esa, Yang Menciptakan, memberi rizki dan mengatur alam dengan sendirian
Ketiga; Tauhid Uluhiyah, disebut juga Tauhid Ibadah. Yaitu mengilmui dan mengakui hanya Allah-lah yang berhak atas uluhiyah dan ubudiyah dari seluruh makhluk, mengkhususkan segala bentuk peribadatan hanya kepada-Nya dan memurnikan dien hanya untuk Allah saja, Sumber tauhid adalah kalimat thayyibah yang berbunyi:
LaailaaHa illa Allah wa Muhammadar-Rasuulu Allah
yang secara sederhana diterjemahkan dengan tiada ilah selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
sumber tauhid dan lawannya syirik dapat ditemukan pada ayat-ayat sbb; Q.S.2:22,255,256; Q.S.3:2,18,64; Q.S.4:51,60,87; Q.S.5:60,73;
Dalam Q.S. 14:24-25, Allah menyampaikan perumpaan tentang aqidah yang kuat, yang bersumber dari kalimat thayyibah, ibarat pohon yang akarnya kuat sehingga batangnya menjulang tinggi dan menghasilkan buah-buahan,
Dalam ayat ke 27-nya, Allah berfirman:
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.”

IBADAH
 PENGERTIAN IBADAH
 Abu Al-Ala Al-Maududi telah mentarifkan ibadah daripada segi bahasa dan istilah di dalam bukunya Asas-asas Islam seperti berikut:
 Bahasa: Merendah diri, tunduk, patuh dan taat
 Istilah : Taat, tunduk, patuh dan merendah diri kepada Allah. Jelasnya, ibadah ialah pengabdian dir sepenuhnya kepada Allah subhaanahu wa taaala.
 Al-Quran menjelaskan bahawa ibadah sebagai ubudiyyah dan ketaatan. Firman Allah:
Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari benda-benda yang baik (yang halal) yang telah Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika betul kamu hanya beribadat kepadanya. (Al-Baqarah:1-2)
HUBUNGAN AQIDAH DAN IBADAH
Bila seseorang itu telah mempunyai aqidah yang kukuh maka:
 Hidupnya hanyalah untuk beribadah kepada Allah sebagaimana firman Allah:
Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu. (Adz-Dzariyat:56)
 Perintah dalam ayat ini adalah perintah untuk beribadat kepada Allah semata-mata, menghambakan diri dengan sepenuhnya kepada Allah dan hikmah diciptakan jin dan manusia.
 Menolak segala kepatuhan dan ketaatan yang selain dari ketaatan kepada Allah. Firman Allah:
Dan sesungguhnya Kami telah mengutuskan Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah dan jauhilah thoghut. (Al-Nahl:36)
Thoghut ialah semua yang disembah atau yang dipatuhi selain Allah.
 Membina kehidupan di dunia menurut peraturan-peraturan Allah
IBADAH
A. Defenisi
Kata ibadah berasal dari kata “Abdun” yang secara etimologi berarti mengabdi atau menyembah, sehingga ibadah yang dimaksudkan adalah sebagai sarana mengabdi atau menyembah kepada Allah SWT. Arti lain dari ibadah adalah taat, menurut, mengikuti, dan dapat diartikan sebagai doa.
B. Hakekat Ibadah
Ibadah merupakan suatu tindakan yang mempunyai hakikat dan tujuan. Manusia melakukan ibadah berusaha untuk membawa kondisi objektifnya kepada kondisi idealnya yaitu khalifah dimuka bumi, Q.S. Al Baqarah ayat 30 dan sesuai dengan tugas kemanusiannya, guna menyembah kepada Allah, Q.S. Adz Dzariat ayat 56 dan Q.S. At Tahrim ayat 6.
C. Tujuan Beribadah
Tujuan ibadah dalam Islam sesuai dengan latar belakang di wajibkannya ibadah bagi manusia sebagaimana tercantum dalam Al Quran Surat Adz Dzariyat (51) ayat 56.
D. Prinsip Ibadah
• Yang berhak disembah hanya Allah swt
• Ibadah tanpa perantara
• Ikhlas sendi ibadah yang akan diterima
• Ibadah sesuai dengan tuntunan
• Memelihara keseimbangan antara unsur rohani dan jasmani
• Mudah dan meringankan
E. Macam-macam Ibadah
• Ibadah khusus
Merupakan perintah-perintah yang wajib dilakukan sebagaimana yang terkandung di dalam Rukun Islam seperti solat, puasa, zakat, haji dan beberapa amalan khusus seperti tilawah Al-Quran, zikir dan seumpamanya.
• Hanya bersifat taufiqiyyah, iaitu dilaksanakan menurut garis-garis yang ditunjukkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan berhenti setakat sempadan yang telah ditentukan oleh syara dan sebagaimana yang dilakukan sendiri oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tanpa boleh ditambah atau dikurangkan atau membuat sebarang perubahan terhadapnya. Sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam: “ Sembahyanglah kamu sebagaimana kamu melihat aku sembahyang. (Sahih Bukhari)
• Ibadah umum
Segala perkara atau amalan selain daripada kumpulan ibadah khusus di atas yang dilakukan semata-mata untuk mencari keredhaan Allah. Ini termasuklah seluruh perbuatan manusia dalam kehidupan sehariannya.

AKHLAK
• Arti Akhlak
Dalam kamus besar bahasa indonesia online kata akhlak diartikan sebagai budi pekerti; kelakuan.. Sebenarnya kata akhlak berasal dari bahasa Arab, dan jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia bisa berarti perangai, tabiat . Sedang arti akhlak secara istilah sebagai berikut; Ibnu Miskawaih (w. 421 H/1030 M) mengatakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Sementara itu, Imam Al-Ghazali (1015-1111 M) mengatakan akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gambling dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
• Dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa akhlak adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan perilaku/perbuatan manusia.
Akhlak adalah karakter (pembawaan, perangai) dan tabiat. Akhlak sebagaimana dikatakan ahlul ‘ilmi adalah bentuk batin manusia. Karena manusia mempunyai dua bentuk:
1. Bentuk lahir, yaitu bentuk ciptaannya yang Allah menjadikan badan pada bentuk itu. Dan bentuk lahir ini ada yang indah bagus, dan ada yang buruk jelek, dan ada yang di antara itu.
2. dan bentuk bathin, yaitu keadaan jiwa yang kokoh (tertancap kuat), yang muncul darinya [perbuatan-perbuatan yang bagus atau yang jelek, tanpa butuh kepada pemikiran dan pertimbangan. Bentuk bathin ini juga ada yang bagus, jika yang muncul darinya adalah] akhlak yang bagus, dan ada yang jelek jika yang muncul darinya adalah akhlak yang jelek. Inilah yang disebut dengan akhlak. Jadi akhlak adalah bentuk bathin yang manusia diperangaikan pada bentuk itu.
• Wajib atas seorang muslim untuk berakhlak dengan akhlak-akhlak yang mulia, yaitu yang baiknya. Yang mulia dari segala sesuatu adalah yang baik darinya sesuai dengan sesuatu itu. Di antaranya sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Mu’adz: ((إِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ))
“Hati-hati kamu dari harta-harta mereka yang karim (yang mulia, berharga).”
Akhlak adalah sifat-sifat dan perangai yang di umpamakan pada manusia sebagai gambaran bathin yang bersifat maknawi dan rohani. Dimana dengan gambaran itulah manusia dibangkitkan disaat hakikat segala sesuatu tampak di hari Kiamat nanti, Akhlak adalah kata jamak dari khuluk, yang kalau dihubungkan dengan Manusia, kata khuluk lawan kata dari Kholq.Jasmani apabila tersusun dengan rapi dan baik maka disebut Husnul Kholq (baik ciptaanya) yaitu gambaran Dhahirnya baik.Begitu pula gambaran Batin Manusia apabila tersusun dari sifat-sifat yang indah, pribadi yang baik dan prilaku yang mulia maka gambaran Batinnya baik, dan itulah yang disebut Husnul Khuluk (Akhlak yang baik). Gambaran Batin itulah, yang dilihat oleh Allah SWT. Dan dengan gambaran itu pula Manusia dibangkitkan kelak dihari kiamat.
MACAM-MACAM AKHLAK
• Akhlak terhadap diri sendiri
• Aklak terhadap keluarga (Orang tua, akhlak terhadap adik/kakak)
• Akhlak terhadap teman/sahabat, teman sebaya
• Akhlak terhadap guru
• Akhlak terhadap orang yang lebih muda dan lebih tua
• Akhlak terhadap lingkungan hidup/linkungan sekitar.
Dan inti dari berkakhlak tersebut diatas intinya adalah berakhlak baik kepada Allah SWT. Karena Allah SWT telah menjadikan diri dan lingkungan sekitar dengan lengkap dan sempurna.
BAB IV
HAKIKAT IMAN
Iman adalah asas/dasar agama
Iman yang diakui oleh Allah SWT adalah iman yang masuk ke dalam hati, meyakini dengan sebenar benarnya, bukan hanya sebatas pengakuan di lisan.
Kalimah Iman adalah لا اله الا الله artinya; “tiada melainkan Allah”, “tiada yang berhak disembah melainkan Allah”. Maksud dari iman, adalah meyakini dalam hati bahwa selain Allah tidak ada kuasa, hanyalah Allah SWT, dan Allah berkuasa atas segala sesuatu. Kalimah لا اله الا الله merupakan kalimah nafi dan ishbat. Menafikan makhluq dan mengishbatkan hanya kepada Allah semata.
لا اله الا الله
 La adalah kata penolakan
 Ilaha adalah yang ditolak
 Illa (melainkan) adalah ungkapan pengukuhan (itsbat)
 Allah swt. adalah yang dikukuhkan (di-itsbatkan)
Agar iman lurus, maka yang harus diusahakan adalah meluruskan hati dengan memperbanyak ucapan/perkataan dakwah kebesaran Allah.
 Iman, dari lafadz اَ من – يؤمن – ايمانا . yaitu membenarkan dalam hati dan mengikrarkan dalam lisan dan dan mengamlkan dengan rukun-rukun.
 Islam, dari lafadz اً سلم – يسلم – إ سلاما yaitu mengikuti segala yang datang dari Nabi Muhammad S.a.w dan meninggalkan segala hal yang dilarangnya.
 Ihsan, dari Lafadاحسن – يحسن إحسانا , yaitu engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihatNya dan apabila engkau tidak melihatNya maka sesungguhnya Allah melihatMu.
Ihsan merupakan sifat tertinggi seorang muslim karena dalam keadaan apapun dimanapun dia berada dia merasa selalu dilihat oleh Allah sehingga di selalu takut untuk berbuat hal yang dilarang oleh Allah.
Makna Ilah
 Berlindung kepadanya (QS. 72:6 )
 Selalu merindukannya (QS. 7:138 )
 Mencintainya (QS. 2:165 )
 Konsekuensi empat poin dari aliha membawa arti
‘abadahu (QS. 2:165 ).
 Kecintaan yang sempurna
 Menghinakan diri di hadapannya dengan sempurna
 Menundukkan diri dengan sempurna
 Kandungan kata Al-Ilah (QS. 2:186 , 21:90 -91 , 8:2 )
 Yang diharapkan
 Yang ditakuti
 Yang diikuti
 Yang dicintai
 Adanya Al-Ilah berarti Al-Ma’bud (QS. 109:1-6 , 2:21 ,
7:196 )
 Yang layak diberikan wala’ (loyalitas)
 Yang wajib ditaati
 Merasa tenang padanya (QS. 10:7 )
 Yang harus diberikan otoritas kepadanya
NIKMAT IMAN
• Nikmat sebagai makhluk (76:1-4).
• Nikmat sebagai manusia ( 95:4).
• Nikmat sebagai khalifah (2:30).
• Nikmat sebagai muslim (5:3).
• Nikmat Iman merupakan nikmat terbesar dari semua nikmat di atas.

Lemahnya Iman
1. Terjerumus dalam kemaksiatan
2. Tidak tekun dan bermalas-malasan dalam beribadah
3. Memudarnya tali Ukhuwah
4. Terputusnya tali persaudaraan diantara dua orang yang semua bersaudara
5. Terpautnya kepada urusan duniawi danb terlalu mencintainya (75:20-21)
6. Mengeluh dan takut akan musibah (70:192)
7. Mencela yang ma’ruf
8. Banyak berdebat dan bertikai yang mematikan hati
IMAN
 Iman merupakan aqidah atau pokok dan di atasnya berdiri syariat Islam.
 dari segi istilah iman ialah membenarkan dengan hati secara putus (jazam), akan segala yang dibawa atau didatangkan oleh Rasulullah SAW
 ulama hadits & fiqh berpendapat iman adalah ‘tasdiq dengan hati, iqrar dengan lisan dan beramal dengan segala rukun’.

Tingkatan Iman
Iman Taqlid yaitu Iman ikut-ikutan. Orang yang beriman secara taqlid beramal semata-mata mengikut orang lain. Iman jenis ini berbahaya dan menuju kepada kesesatan.
Iman Ilmu yaitu Iman yang berdasarkan semata-mata kepada ilmu dan fikiran semata-mata dan tidak hanya di dalam hati. Iman pada tahap ini juga menuju kepada bahaya dan penyelewengan.
Iman A’yan yaitu Iman yang dapat dihayati sampai ke lubuk hati. Iman pada tahap ini dimiliki oleh orang-orang shaleh. Seseorang yang beriman pada tahap ini amalannya berangkat dari hati yang ikhlas untuk mencari keridhaan Allah swt.
Iman Hak yaitu Iman yang hakiki yang terlepas dari godaan nafsu dan syaitan. Iman pada tahap ini dimiliki oleh golongan muqarrabin.
Iman Hakikat yaitu Iman peringkat yang paling tinggi yang boleh dicapai oleh manusia. Mereka yang memiliki Iman pada tahap ini hidup semata-mata untuk Allah swt.
WATAK ISLAM
 Agama yang bersih dari syirik dan sesuai dengan fitrah membentuk pribadi mukhlis dan hanif(luTus) (QS. 39:2 , 22 dan 14 , 7:172 , 30:30 )
 Agama yang penuh dengan nilai-nilai dan konsepsi membentuk pribadi yang bermutu dan bermanhaj (QS. 43:4 , 36:1 -2 )
 Agama akhlak atau moral dan hukum membentuk pribadi yang berakhlak dan bijaksana (QS. 4:36 ,105 )
 Agama kebersihan dan kesucian membentuk pribadi yang bersih dan suci (QS. 9:108 )
 Agama ilmu dan amal membentuk pribadi yang berilmu dan aktif bekerja (QS. 47:19 , 2:44 )
 Agama ilmu dan pemikiran membentuk pribadi berilmu yang mufakir (pemikir) (QS. 9:122 )
 Agama kerja dan harapan membentuk pekerja yang optimis (QS. 9:105 , 46:19 , 4:123 – 124 )
 Agama yang kuat dan bertanggung jawab membentuk pribadi yang teguh dan dapat dipercaya (QS. 18:26 )
 Agama yang penuh gengsi dan kasih sayang membentuk pribadi yang berprestasi dan santun (QS. 9:128 , 49:10 )
 Agama daulah dan ibadah membentuk ahli politik ahli ibadah (QS. 73:20 )
 Agama pedang dan Qur’an membentuk pribadi mujahid yang berorientasi kepada Rabb (QS. 9:111 , 3:79 )
 Agama harakah dan minhaj membentuk pribadi mutaharik (aktif bergerak) dan minhaji (berpedoman) (QS. 9:38 -39 , 16:125 )
 Keseluruhannya merupakan pribadi islami.

CIRI-CIRI MUKMIN
1. Beriman kepada Allah dan RasulNya
Beriman maksudnya adalah percaya di dalam hatinya, lisannya mengucapkan kepercayaannya, dan anggota tubuh yang lain mengamalkan konsekuensi dari keimanannya.
2. Tidak ragu-ragu
Maka orang yang beriman meyakini dengan sepenuh hati kebenaran ajaran Allah dan RasulNya. Ajaran itulah ajaran yang benar. Tidak ada kebenaran hakiki di luar ajaran yang diajarkan oleh Allah dan RasulNya.
3. Berjihad dengan harta dan jiwa
Jihad artinya adalah bersungguh-sungguh. Kesungguhan merupakan buah dari kemantapan hati terhadap sesuatu yang diyakininya. Jihad fi sabilillah, sebagaimana sabda Rasulullah saw

رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ
Pokok persoalannya adalah Islam, pilar penyangganya adalah shalat, dan puncak tertingginya adalah jihad (HR at-Tirmidzi)
IHSAN
IHSAN adalah tonggak dalam menegakkan kerangka agama Islam seiring dengan iman. konsep ihsan memilki peran yang signifikan dalam kehidupan seharian. Konsep ihsan menjurus dalam ibadat dan ihsan dan muamalat.
 Ihsan sama penting seperti iman dan Islam dalam menentukan halauan kehidupan seseorang Muslim, sama ada bahagia di dunia dan akhirat atau sebaliknya.
 Ihsan ialah berbuat baik atau berbuat sebaik mungkin, manakala dalam pengertian istilah, ihsan dapat didefinisikan sebagai ajaran atau konsep yang mendukung etika kerja yang baik.
 Ihsan adalah produktivitas kerja secara optimal, yaitu bekerja dan melaksanakan tugas sesuai dengan hasil terbaik serta berkualitas.

 Ihsan dalam ibadat ialah beribadat kepada Allah dengan penuh khusyuk dan ikhlas seolah-olah pada saat dan ketika itu berhadapan dengan Allah
 Imam al-Asfahani mentafsirkan ihsan dalam dua pengertian, yaitu memberikan limpahan nikmat untuk kesejahteraan dan kepentingan pihak lain, selain mempertingkatkan kualitas kerja. Pengertian pertama dapat dicermati dalam aktivitas kekeluargaan dan kemasyarakatan.

BAB V
Guna edukatif berarti sejarah bisa memberikan kearifan dan kebijaksanaan bagi yang mempelajarinya karena semangat sebenarnya dari kepentingan mempelajari sejarah adalah nilai kemasakiniannya.
Guna Instruktif artinya sejarah dapat memberikan pelajaran mengenai sesuatu baik keterampilan maupun pengetahuan.
Guna Inspiratif artinya kejadian dan peristiwa yang terjadi pada masa lalu dapat memberikan ilham, ide-ide atau inspirasi bagi manusia pada masa sekarang. Sejarah merupakan suatu kreasi seni, sehingga dapat menghadirkan kesenangan batin.
Sejarah Sebagai Peristiwa dan Kisah
Sejarah sebagai peristiwa atau realitas (I’histoir realite) karena peristiwa sejarah atau kejadian sejarah itu benar-benaada dan terjadi pada masa lampau. Sejarah sebagai kisah sejarah (L’histoir recite). Dalam pengertian ini sejarah dipandang sebagai kisah dari peristiwa-peristiwa masa lampau.
Sejarah Sebagai Ilmu dan Seni
SEBAGAI ILMU;
Empirik; Empiris berasal dari bahasa Yunani empeiria yang berarti pengalaman. Sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia. Pengalaman tersebut direkam dalam dokumen dan peninggalan sejarah lainnya, kemudian diteliti oleh sejarawah untuk menemukan fakta.
Memiliki objek; Kata Objek berasal dari Latin objectus artinya yang dihadapan, sasaran, tujuan. Objek yang dipelajari oleh sejarah sebagai ilmu adalah manusia dan masyarakat yang menekankanpda sudut pandang waktu.
Memiliki teori; Dalam bahasaYunani theoria berarti renungan. Sama seperti ilmu sosia lainnya, sejarah mempunyai teori yang berisi kumpulan kaidah-kaidah pokok suatu ilmu, seperti: teori sosiologi, teori nasionalisme, teori konflik sosial, dsb.
Memiliki metode; Methodos (Bahasa Yunani) berarti cara. Dalam rangka penelitian, sejarah mempunyai metodologi penelitian sendiri yang menjadi patokan-patokan tradisi ilmiah yang senantiasa dihayati.
SEBAGAI SENI;
Intuisi; Sejarawan memerlukan instuisi atau ilham, yaitu pemahaman langsung dan insting selama masa penelitian berlangsung. Dalam hal ini cara kerja sejarawan sama dengan seniman.
Imajinasi; Dalam melakukan pekerjaannya seorang sejarawan harus dapat membayangkan apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sedang terjadi, dan apa yang terjadi seudah itu. Contohnya : Sejarah Sagaranten, harus membayangkan keadaan geografis kota Sagaranten.
Emosi; Dalam penulisan sejarah harus ada keterlibatan emosi, dalam hal ini penulis sejarah harus mempunyai empati yang tinggi (empatheia = perasaan) untuk menyatukan perasaan dengan objeknya, seolah-olah mengalami sendiri.
Gaya bahasa; Dalam penulisan sejarah gaya bahasa yang digunakan harus lugas atau tidak berbelit-belit, sehingga kisah sejarah akan mudah dipahami oleh pembaca.
Berkembangnya agama Islam sejak 14 abad silam turut mewarnai sejarah peradaban dunia, baik di barat maupun timur pada abad ke-8 sampai 13 Masehi mampu menguasai berbagai peradaban yang ada sebelumnya. Peradaban Islam sebagai salah satu peradaban yang paling besar pengaruhnya di dunia. Berbagai jenis peradaban Islam itu masih dapat disaksikan di sejumlah negara bekas kekuasaan Islam dahulu, misalnya Baghdad (Irak), Andalusia (Spanyol), Fatimiyah (Mesir), Ottoman (Turki), Damaskus, Kufah, Syria, dan sebagainya.
Setidaknya ada dua sebab dan proses pertumbuhan peradaban Islam, baik dari dalam maupun luar Islam. Dari dalam Islam, perkembangan kebudayaan dan peradaban Islam itu karena bersumber langsung dari Alquran dan sunnah yang mempunyai kekuatan luar biasa. Sedangkan, dari luar Islam, peradaban Islam itu berkembang disebabkan proses penyebaran Islam yang dilandasi dengan semangat persatuan, perkembangan institusi negara, perkembangan ilmu pengetahuan, dan perluasan daerah Islam.
Bidang kebudayaan yang mulai tumbuh pada awal permulaan Islam itu adalah;
(a) seni bangunan sipil, seperti pembuatan gedung, istana,
dan kantor pemerintahan;
(b) seni bangunan untuk ibadah;
(c) seni bangunan pertahanan militer, seperti benteng; dan sebagainya.
Pada masa Khulafaur Rasyidin, dibentuk sejumlah departemen untuk mengurus kebutuhan negara Islam, seperti;
 Departemen masalah politik (nizham al-siyasyi);
 Departemen administrasi negara (nizham al-Idary);
 Departemen ekonomi dan keuangan (nizham al-
Maly);
 Departemen angkatan perang (nizham alHarby);
 Departemen urusan peradilan dan kekuasaan
kehakiman (nizham al-Qadla).
Selain itu, pertumbuhan ilmu pengetahuan juga mulai tumbuh seperti ilmu tafsir, qiraat, ilmu hadis, nahwu, dan sebagainya.
Konteks Sosio-Historis Arabia Pra-Islam
 Kondisi geografis
Posisi Jazirah Arabia berada di dekat persimpangan tiga benua, sebelah barat dibatasi Laut Merah, sebelah timur dibatasi Teluk Persia, sebelah selatan dibatasi lautan India, dan sebelah utara dibatasi Suriah dan Mesopotamia (Syukri Faishal: 1973:1).
Secara garis besar Jazirah Arabia terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian tengah dan bagian pesisir. Daerah bagian tengah berupa padang pasir (shahra’) yang sebagian besar penduduknya adalah suku Badui yang mempunyai gaya hidup pedesaan (nomadik), yaitu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Sedangkan bagian pesisir penduduknya hidup menetap dengan mata pencaharian bertani dan berniaga (penduduk kota). Karena itu mereka sempat membina berbagai macam budaya, bahkan kerajaan (Badri Yatim: 2000:9).
 Dinamika Politik
Masyarakat Arab, baik yang nomadik maupun yang menetap hidup dalam budaya kesukuan Badui. Organisasi dan identitas sosial berakar pada keanggotaan dalam suatu rentang komunitas yang luas. Kelompok beberapa keluarga membentuk kabilah (klan) dan setiap kabilah membentuk suku yang dipimpin oleh seorang syaikh. Mereka sangat menekankan hubungan kesukuan, sehingga kesetiaan atau solidaritas kelompok menjadi sumber kekuatan.
menurut Kinloch, hubungan antar kelompok itu menjadi kuat karena terdapat beberapa ciri atau kriteria yang sama, di antaranya:
o ciri fisiologis
o kriteria kebudayaan
o kriteria ekonomi
o kriteria pelaku

BAB VI
Peradaban Arab Pra-Islam
Sebulum kedatangan Islam, terdapat bermacam agama yang dianut oleh masyarakat Arab. yaitu paganisme [penyembah berhala], Kristen, Yahudi, dan Majusi. Masyarakat Arab telah mengenal agama tauhid semenjak kehadiran Ibrahim.
Patung-patung/berhala yang terkenal;
[1] Manah atau Manata di dekat Yatsrib atau Madinah,
[2] Al-Latta di Taif [menurut catatan sejarah ini adalah patung yang
tertua],
[3] Al-Uzza di Hijaz,
[4] Hubal atau patung terbesar yang terbuat dari batu akik yang
berbentuk manusia dan diletakkan di dalam Ka’bah.
 Penyebab bangsa Arab menyembah berhala;
setiap mereka pergi keluar kota Mekkah, mereka selalu membawa batu yang diambil dari sekitar Ka’bah, mereka menyucikan batu dan menyembahnya di manapun mereka berada. Lama kelamaan, kemudian berkembang dengan dibuatkan patung yang terbuat dari batu untuk disembah dan orang-orang selalu mengelilinginya [thawaf]. Mereka memindahkan dan menempatkan patung-patung tersebut di sekitar Ka’bah yang jumlahnya mencapai 360 buah.
Mereka percaya bahwa menyembah berhala bukan berarti menyembah wujudnya, tetapi sebagai perantara untuk menyembah Tuhan. [QS. Az-Zumar: 3]
ISLAM PADA MASA RASULULLAH
POTRET NABI MUHAMMAD PRA KENABIAN;
 Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin 20 April 571 M / 12 Rabi’ul
Awal Tahun Gajah dari kalangan bangsawan Quraisy
 Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muthalib, dan ibunya bernama
Aminah binti Wahab
 Garis nasab ayah dan ibunya bertemu pada Kilab bin Murrah, dan jika
ditarik ke atas, silsilahnya sampai pada Nabi Ismail (putera Nabi Ibrahim)
 Nabi Muhammad Saw adalah anak yatim piatu dan miskin.
 Profesinya selain sebagai pedagang, juga sebagai penggembala kambing
(baik milik keluarganya sendiri maupun milik penduduk
Mekkah/setempat). Pada usia 12 tahun (masih dalam asuhan
pamannya, Abu Thalib) pergi ke negeri Syam, Syria dalam perjalanan
kafilah dagang.
 Menginjak usia 14 tahun ikut memberikan anak panah (membantu) kepada pamannya dalam perang Fijar (pendurhakaan).
 Menjelang usia 24 tahun, ia diterima menjadi karyawan bisnis niaga milik Khadijah binti Khuwailid dan untuk kedua kalinya ia berniaga ke Syam dengan membawa dagangan Siti Khadijah. Dan dengan kemahiran dan kejujurannya beliau berdagang sehingga dapat menghasilkan laba banyak.
 Pada usia 25 tahun, ia menikah dengan Khadijah binti Khuwailid yang ketika itu berusia 40 tahun.
 Dalam usia kurang lebih 30 tahun, beliau terkenal tidak sebagai seorang peminum khamer, berjudi atau pergi ke tempat permainan serta menyembah berhala, beliau diberi julukan (kehormatan) oleh masyarakat Arab dengan sebutan “al-Amin”.
 Dalam usia 35 tahun, beliau mampu menyelesaikan pertikaian di kalangan para pemuka masyarakat (Quraisy) tentang siapa yang berhak memindahkan “Hajar Aswad” ke tempatnya semula, dimana sebelumnya nyaris terjadi pertempuran antara kelompok masyarakat Arab.
 Seringnya terjadi pertentangan, kebobrokan moral, dan kesesatan Aqidah di tengah masyarakat Arab ketika itu, menjadikan beliau seringkali mengasingkan diri ke Gua Hira (selama sebulan) untuk memikirkan kesemrawutan hidup; tentang alam, khaliq, dan juga tentang mati.
POTRET NABI MUHAMMAD PASCA KENABIAN
 Pada usia 40 tahun, tepatnya tanggal 6 Agustus 610 M / 17 Ramadlan 13 SH (sebelum hijrah), Muhammad Saw resmi diangkat menjadi Nabiullah dengan diturunkannya Qs. Al-’Alaq: 1-5. kemudian dengan diturunkannya Qs. Al-Muddatsir:
1-7, Nabi Muhammad Saw resmi dinobatkan sebagai Rasulullah.
 Rasulullah Muhammad Saw melaksanakan tugas risalahnya selama 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah.
 Dakwahnya di Mekkah melalui tiga tahap:
1. Dakwah secara diam-diam, seperti yang ditunjukkan Qs. Al-
Muddatsir: 1-7
2. Dakwah semi terbuka, seperti ditunjukkan Qs. Al-Syu’ara: 214
3. Dakwah terbuka/terang-terangan, seperti ditunjukkan Qs. Al-
Hijr: 15.
 Menurut Syalabi, minimal ada 5 faktor yang menyebabkan orang-orang Arab (Quraisy) menentang dakwah Rasulullah Muhammad Saw:
1. Persaingan pengaruh dan kekuasaan
2. Persamaan derajat
3. Takut dibangkitkan setelah mati
4. Taqlid kepada nenek moyang
5. Perniagaan patung.
Dasar Peradaban yang dibangun oleh Nabi Muhammad
 Mendirikan Masjid
 Mensosialisasikan asas-asas pembentukan masyarakat Islam (yang mengatur peribadatan, sosial, ekonomi, politik, seni dan budaya):
1. Asas al-ikha (persaudaraan)
2. Asas al-musawah (persamaan rasial manusia, HAM &
Gender)
3. Asas al-tasamuh (toleransi beragama, pluralisme)
4. Asas al-tasyawur (musyawarah, demokrasi)
5. Asas al-ta’awun (tolong menolong, sosialisme)
6. Asas al-‘adalah (keadilan untuk semua, equality in law)

Tugas Nabi Muhammad sbg Rasul dan Pemimpin
 Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul mempunyai tugas menyampaikan wahyu kepada masyarakat bangsa Arab. Pelaksanaan penyampaian wahyu antara lain :
1. Melalui perorangan secara langsung misalnya Siti Khadijah
2. Kepada khalayak ramai secara langsung. Rasul pertama kali melakukan secara
3. massal/langsung ditujukan kepada keluarga dan familinya. Surat as-Syura ayat 204.
4. Mengajak kepada perorangan secara tidak langsung. Misalnya pribadi Rasul yang menarik, karena sikap, perbuatannya dan perkataannya.
5. Mengajak “Islam” orang banyak secara tidak langsung melalui perkawinan.
6. Melalui surat menyurat.
Fase Makkah dan Pemerintahan Islam Piagam Madinah
 Pada permulaan Islam, kaum quraisy mengira bahwa seruan Nabi Muhammad SAW itu tidak akan lama dan lenyap dengan sendirinya.
 Akan tetapi, seruan itu dengan cepat telah memasuki rumah tangga mereka, dan hamba sahaya mereka yang dahulunya mereka anggap derajatnya tidak lebih dari harta benda, telah menerima pula dengan baik seruan yang baru itu.
 Karena itu, mereka menentangnya. menghalangi hamba sahaya mengikuti Muhammad.
 Yasir dan putra ‘Amir serta isterinya Sumaiyah, begitu juga Bilal Khabab ibnu Haris dan lain-lain menderita sisksaan berat, diluar perikemanusiaan.
 Pada fase ini Nabi Muhammad tidak dapat mereka siksa.
Peperangan pada masa Rasulullah SAW.

LETAK MEKAH
ISMAIL; otang pertama yg menetap di Mekkah
IBRAHIM dan SARAH [isterinya]; hijrah dari Irak ke Palestina kemudian ke
Mesir [dibawah raja AMALIQ; suku pengembara dan musuh Israel].
ISMAIL ; Putra Ibrahim dari Hajar pergi ke Mekkah; nenek moyang Arab.
kabilah Juruhum yang pertama tinggal dekat dengan Ismail [krn air zamzam]. ISMAIL nikah dengan suku Jurhum.
PUTRA ISMAIL 12 ORANG; dikenal dengan Al-Musta’ribah [orang Arab yg dari pihak ibu terpaut dengan suku Jurhum]
ISHAQ; Putra Ibrahim dari Sarah; nenek moyang Yahudi
Nabi HUD kaumnya Ad tinggal di Hadramaut
Nabi SHALEH kaumnya Samud, tinggal di Hijr antara Hijaz dan Syam
Nabi SUAEB kaumnya bangsa Madyan, tinggal di Hijaz.
BAB VII
Pengertian dan dalil tentang S h a l a t
Pengertian Shalat
• Bahasa
– Doa
• Istilah
– serangkaian ucapan dan gerakan yang tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam sebagai sebuah ibadah ritual
Pensyariatan Ibadah Shalat
 Shalat disyariatkan semua agama samawi
 Wahyu kedua mewajibkan shalat
 Shalat 5 waktu : isra’ mi’raj :
 Versi 1 : 27 Rajab tahun ke 7 hijriyah
 Versi 2 : 17 Ramadhan tahun ke 12 hijriyah
 Kewajiban shalat malam dihilangkan
 diganti dengan kewajiban shalat 5 waktu
Dalil-dalil Pensyariatan Shalat
 Dalil dari Al-Quran
 Dalil dari As-Sunnah
 Dalil dari Ijma`
Dalil dari Al-Quran
إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
(QS. An-Nisa : 103)
فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ
Maka dirikanlah shalat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. (QS. Al-Hajj : 78)
Dalil dari As-Sunnah
بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خمَسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ
Islam didirikan di atas lima hal. Syahadat bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, penegakan shalat, pelaksanaan zakat, dan haji ke Baitullah, dan puasa di bulan Ramadhan . (HR. Bukhari dan Muslim)
Shalat Dalam Berbagai Kondisi
• Wajib Dikerjakan Pada Waktunya
– Meski Waktu Hampir Habis : sah
– Lewat Batas Waktu : dosa besar
– Tidak sah menjama’
• Tidak memenuhi syarat
• Sudah sampai di rumah
• Tidak Harus di Masjid
– Tanah
– Aspal
– Keramik
– Trotoar
• Wudhu Dipermudah
– Cukup sebotol air minum kemasan
– Bila tidak ada air : tayammum

مَنْ أَدْرَكَ مِنْ الصُّبْحِ رَكْعَةً قَبْل أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الصُّبْحَ وَمَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنْ العَصْرِ قَبْلَ أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ العَصْرَ
Siapa yang mendapatkan satu rakaat sebelum matahari terbit maka dia telah mendapatkan shalat tersebut (shalat shubuh).” (HR Bukhari dan Muslim)
Waktu-waktu Shalat Fardhu
• Fajr (Shubuh)
– Start : terbit fajar shadiq
– Finish : terbit matahari
• Zhuhur
– Start : tergelincir matahari
– Finish : panjang bayangan benda sama dengan panjang benda itu
• Ashar
– Start : selesainya waktu zhuhur
– Finish : terbenamnya matahari
• Maghrib
– Start : terbenamnya matahari
– Finisih : hilangnya mega (syafaq) merah
• Isya`
– Start : selesainya waktu maghrib
– Finish : terbitnya fajar shadiq (jumhur)
Waktu Shalat Yang Diharamkan
1. Setelah Shalat Shubuh
Kecuali ada hajat :
• Qadha sunnah qabliyah shubuh
• Shalat jenazah
1. Saat Matahari Terbit
2. Waktu Istiwa‘
• Matahari tepat di atas kepala
3. Setelah Melakukan Shalat Ashar
Kecuali ada hajat :
• Shalat jenazah
1. Saat Terbenam Matahari

BAB VIII
KASUS-KASUS UMUM TTG SHALAT
عن أميرالمؤمنين عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin al-Khattab a berkata,” Aku mendengar Rasulullah b bersabda,” Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan RasulNya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.”
(HR. Bukhari 1/9 (1), Muslim no. 1907)
Adapun letak niat adalah di hati dan tidak dilafadzkan karena memang tidak ada hadits yang menyebutkan shighat lafadz niat tersebut kecuali hadits tentang perintah Rasulullah untuk mengucapkan lafadz basmallah ketika akan berwudhu.
BACAAN RUKU DAN SUJUD
Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah sebagai berikut:
 عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْلِي. [رواه البخاري و مسلم]
 Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, ia berkata: Adalah Nabi saw dalam rukuk dan sujudnya mengucapkan Subha-nakalla-humma Rabbana wa bihamdikalla-hummaghfirli.” [HR. al-Bukhari dan Muslim, dalam Kitab Subulus-Salam Bab Kitabus-Salah hal: 181.
QUNUT
 إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَقُلْ ” اَللهُ أَكْبَرُ ” مُخْلِصًا نِيَّتَكَ لِلَّه .
Artinya: “Bila kamu hendak menjalankan shalat, maka bacalah Allahu Akbar dengan ikhlas niatmu karena Allah.”
Putusan ini berdasarkan dalil:
 ( وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ (البين ة: 5
Artinya: “Dan tidaklah mereka diperintah melainkan supaya menyembah kepada Allah dengan ikhlas kepadaNya dalam menjalankan agama.” (QS. alBayyinah: 5)
 Bahwa qunut dengan arti berdiri lama untuk membaca dan berdoa di dalam shalat, itu masyru’ (ada tuntunannya).
 Tidak membenarkan adanya pengertian qiyam di atas dikhususkan untuk qunut shubuh yang sudah dikenal dan diperselisihkan hukumnya.
 Nabi saw. menjalankan qunut nazilah sampai Allah menurunkan ayat:
 لَيْسَ لَكَ مِنَ اْلأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ
 ( ( آل عمرا ن: 1 28
 Artinya: “Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengadzab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orangorang yang dzalim.” (QS. Ali Imran: 128) (HPT: 367)

 makna asli dari perkataan qunut yang berarti ‘tunduk kepada Allah dengan penuh kebaktian’,
 makna qunut yang berarti ‘berdiri lama dalam shalat dengan membaca ayat alQur’an dan doa sekehendak hati’, sebagaimana dapat diambil pengertian tersebut dari hadits:
 أَفْضَلُ الصَّلاَةِ طُوْلُ الْ قُنُوْتِ ( رواه أحمد )

Artinya: “Shalat yang paling afdhal ialah qunut yang lama.” (HR. Ahmad)
AL-QURAN DAN IPTEK
Lebih dari 6000 ayat-ayat dalam Al-qur’an, 1000 diantaranya berisi ayat-ayat tentang Ilmu Pengetahuan yang meliputi : Astronomi, Fisika, Geografi, Geologi, Oceanologi, Biologi, Tumbuh-Tumbuhan, Hewan, dll
Ayat tentang penciptaan bumi
( Q.S. Al-Anbiya’ : 30 )
Surat Fussilat ke 41 ayat 11
(Q.S. Luqman : 29)
Surat Az-zumar ke 39 ayat 5,
(Q.S. An-Naziat : 30 )
1. Ayat tentang asal mula alam semesta dari kabut/nebula (QS 41/11).
2. Ayat tentang urutan penciptaan (QS 79/28-30)
3. Ayat bahwa bintang2 merupakan sumber panas yang tinggi (QS 86/3), matahari sebagai contoh tingkat panasnya mencapai 6000 derajat C
4. Ayat tentang teori ekspansi kosmos (QS 51/47).
5. Ayat bahwa planet berada pada sistem tata surya terdekat (sama ad-dunya) (QS 37/6).
6. Ayat yang membedakan antara planet sebagai pemantul cahaya (nur/kaukab) dengan matahari sebagai sumber cahaya (siraj) (QS 71/16).
7. 7. Ayat tentang gaya tarik antar planet (QS 55/7).
8. 8. Ayat tentang revolusi bumi mengedari matahari (QS 27/88).
9. 9. Ayat bahwa matahari dan bulan memiliki waktu orbit yang berbeda2 (QS. 55/5) dan garis edar sendiri2 yang tetap (QS 36/40).
10. 10. Ayat bahwa bumi ini bulat (kawwara-yukawwiru) dan melakukan rotasi (QS. 39/5).
11. 11. Ayat tentang tekanan udara rendah di angkasa (QS 6/125).
12. 12. Ayat tentang jenis-jenis awan, proses penciptaan hujan es dan salju (QS 24/43).
13. 13. Ayat tentang bahwa awal kehidupan dari air (QS 21/30).
14. 14. Ayat bahwa angin sebagai mediasi dalam proses penyerbukan (pollen) tumbuhan (QS 15/22).
15. 15. Ayat bahwa pada tumbuhan terdapat pasangan bunga jantan (etamine) dan bunga betina (ovules) yang menghasilkan perkawinan (QS 13/3).

BAB IX
FAKTOR BERDIRINYA MUHAMMADIYAH
1. Umat Islam tidak memegang teguh tuntunan Al-Quran dan Sunnah Nabi, sehingga menyebabkan merajalelanya syirik, bid’ah, dan khurafat, yang mengakibatkan umat Islam tidak merupakan golongan yang terhormat dalam masyarakat, demikian pula agama Islam tidak memancarkan sinar kemurniannya lagi;
2. Ketiadaan persatuan dan kesatuan di antara umat Islam, akibat dari tidak tegaknya ukhuwah Islamiyah serta ketiadaan suatu organisasi yang kuat;
3. Kegagalan dari sebagian lembaga-lembaga pendidikan Islam dalam memprodusir kader-kader Islam, karena tidak lagi dapat memenuhi tuntutan zaman;
4. Umat Islam kebanyakan hidup dalam alam fanatisme yang sempit, bertaklid buta serta berpikir secara dogmatis, berada dalam konservatisme, formalisme, dan tradisionalisme;
5. Kegiatan misi dan zending Kristen di Indonesia yang semakin menanamkan pengaruhnya di kalangan rakyat
SILSILAH KH. AHMAD DAHLAN
Maulana Malik Ibrahim
Maulana Ishaq
Maulana Fadulullah
Maulana Sulaeman (Ki Ageng Gribig)
Demang Jurang Juru Sepisan (Kiai Muh. Ali)
Perkembangan Muhammadiyah:
Secara garis besar perkembangan Muhammadiyah dapat
dibedakan:
1. Perkembangan secara vertikal , yaitu perkembangan dan perluasan gerakan Muhammadiyah ke seluruh tanah air, berupa berdirinya wilayah-wilayah di tiap-tiap propinsi, daerah-daerah di tiap kabupaten/kota, cabang-cabang dan ranting-ranting serta jumlah anggota yang bertebaran di mana-mana.
2. Perkembangan secara horizontal, yaitu perkembangan dan perluasan
amal usaha Muhammadiyah, yang meliputi berbagai bidang
kehidupan. Hal ini dengan pertimbangan karena bertambah luas
serta banyaknya hal-hal yang harus diusahakan oleh
Muhammadiyah, sesuai dengan maksud dan tujuannya. Maka
dibentuklah kesatuan-kesatuan kerja yang berkedudukan sebagai
badan pembantu pimpinan persyarikatan. Kesatuan-kesatuan kerja
tersebut berupa majelis-majelis, dan lembaga.
Disamping majelis dan lembaga, terdapat organisasi otonom,
yaitu satuan organisasi di bawah Muhammadiyah, yang memiliki wewenang
mengatur rumah tangganya sendiri, dengan dan pembinaan oleh
Pimpinan Muhammadiyah. Organisasi Otonom terdiri atas organisasi otonom
umum dan organisasi otonom khusus. (Bab VII, Pasal 21, ayat 1 dan 2, AD
Muhammadiyah)
POTENSI AMAL USAHA MUHAMMADIYAH
1. Sekolah Dasar 1132
2. Madrasah Ibtidaiyah/Diniyah (MI/MD) 1769
3. Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1184
4. Madrasah Tsanawiyah (MTs) 534
5. Sekolah Menengah Atas (SMA) 511
6. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 263
7. Madrasah Aliyah (MA) 172
8. Pondok Pesantren 67
9. Akademi 55
10. Politeknik 4
11. Sekolah Tinggi 70
12. Universitas 36
13. Amal Usaha Kesehatan 345
14. Panti Asuhan 330
15. Bank Perkreditan Rakyat 19
16. Baitut Tamwil Muhammadiyah 190
17. Koperasi (Warga) Muhammadiyah 808

BAB X
Kondisi Masyarakat Indonesia Dalam Perjalanan Sejarah
 Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 tahun yaitu sejak 1596 – 1942
 penjajah memonopoli dagang dengan harga yang sangat rendah atas hasil rempah- rempah rakyat yang kemudian dijual kembali dengan harga berpuluh- puluh kali lipat
 masyarakat Indonesia saat itu sangatlah terpuruk dalam kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan
 Lembaga- lembaga pendidikan terbatas hanya pada kalangan atas seperti keluarga raja, para bupati, para pejabat tinggi kerajaan atau orang- orang kaya. Pelaksanaan pendidikan dilakukan hanya untuk memberikan pengetahuan agar rakyat dapat membaca dan menulis.
Maksud dan Tujuan Muhammadiyah
1. Menyebarkan pengajaran Kanjeng Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada penduduk bumi-putra, di dalam residensi Yogyakarta.
2. Memajukan hal agama Islam kepada anggota-anggotanya.
Dalam muktamarnya yang ke-44 yang diselenggarakan di Jakarta bulan Juli 2000 telah ditetapkan maksud dan tujuan Muhamadiyah, yaitu
Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’
Amal Usaha Muhammadiyah
1. Usaha yang pertama melalui pendidikan
2. menekankan pentingnya pemurnian tauhid dan ibadah, seperti:
a) Meniadakan kebiasaan menujuhbulani (Jawa: tingkeban),
Kebiasaan adat-istiadat Jawa kuno, biasanya diadakan dengan membuat rujak dari kelapa muda yang belum berdaging yang dikenal dengan nama cengkir dicampur dengan berbagai bahan lain, seperti buah delima, buah jeruk, dan lain-lain.
b) Menghilangkan tradisi keagamaan seperti selamatan untuk menghormati Syekh Abdul Qadir Jaelani, Syekh Saman, dll yang dikenal dengan manakiban, barzanji, “khaul”, dll.
Muhammadiyah menilai, ada kecenderungan yang kuat untuk mengultusindividukan seornag wali atau nabi, sehingga hal itu dikhawatirkan dapat merusak kemurnian tauhid.
b) Bacaan surat Yasin dan bermacam-macam zikir yang hanya khusus dibaca pada malam Jumat dan hari-hari tertentu adalah suatu bid’ah.
Yang boleh adalah ziarah kubur dengan tujuan untuk mengingat adanya kematian pada setiap makhluk Allah.
organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah
 ‘Aisyiyah
 Nasyiatul ‘Aisyiyah
 Pemuda Muhammadiyah
 Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM)
 Ikatan Mahasiswa Muhamadiyyah (IMM)
 Tapak Suci Putra Muhamadiyah
 Gerakan Kepanduan Hizbul-Wathan
 Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM)
Periode Kepemimpinan Muhammadiyah
• No Nama Awal Jabatan Akhir Jabatan
• 1 KH Ahmad Dahlan 1912 1923
• 2 KH Ibrahim 1923 1932
• 3 KH Hisyam 1932 1936
• 4 KH Mas Mansur 1936 1942
• 5 Ki Bagoes Hadikoesoemo 1942 1953
• 6 Buya AR Sutan Mansur 1953 1959
• 7 KH M Yunus Anis 1959 1962
• 8 KH Ahmad Badawi 1962 1968
• 9 KH Faqih Usman 1968 1971
• 10 KH AR Fachruddin 1971 1990
• 11 KH. A. Azhar Basyir 1990 1995
• 12 Prof Dr H Amien Rais 1995 2000
• 13 Prof Dr H Ahmad Syafi’i Ma’arif 2000 2005
• 14 Prof Dr H Din Syamsuddin 2005 2010
• 15 Prof Dr H Din Syamsuddin 2010 2015
IDEOLOGI MUHAMMADIYAH
1. Muqaddimah Anggaram Dasar Muhammadiyah
yaitu aqidah dan cita perjuangan Muhammadiyah yang fundamental yang mengandung pernyataan enam hal prinsipil. Konsep ini lahir tahun 1945 untuk memantapkan warga Muhammadiyah dalam ber-Islam dan ber-Muhammadiyah yang didorong dua hal yaitu (a) terdesaknya pertumbuhan ruh Muhammadiyah oleh perkembangan lahiriah dan (b) masuknya pengaruh pemikiran luar (non-Islami) dalam kehidupan Muhammadiuah.
2. Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
3. yang mengandung pernyataan tentang ideologi, paham agama, dan misi serta fungsi Muhammadiyah dalam kehidupan. Konsep ini lahir tahun 1967 dengan tujuan untuk memantapkan keyakinan dan cita-cita hidup (ideologi) di kalangan warga Muhammadiyah yang diakibatkan oleh perkembangan sekularisasi, modernisasi, dan deideologisasi yang dijalankan oleh pemerintahan Orde Baru.

2. Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
yang mengandung pernyataan tentang ideologi, paham agama, dan misi serta fungsi Muhammadiyah dalam kehidupan. Konsep ini lahir tahun 1967 dengan tujuan untuk memantapkan keyakinan dan cita-cita hidup (ideologi) di kalangan warga Muhammadiyah yang diakibatkan oleh perkembangan sekularisasi, modernisasi, dan deideologisasi yang dijalankan oleh pemerintahan Orde Baru.

Sumber : baehaqihaque@yahoo.co.id

Leave a comment »